Tidak terasa sudah separuh bulan puasa dijalani, pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita masing-masing adalah apakah sampai detik ini kita sudah menjadi lebih baik dari kemaren, sama saja atau bahkan lebih buruk?

Ibadah puasa seyogyanya kita gunakan sebagai momentum untuk memperbaiki segala tingkah laku kita, ibadah kita serta kadar ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Allah telah memberikan kita kesempatan di bulan ramadhan ini untuk mengisi pundi-pundi amal dengan janjiNya untuk melipat gandakan pahala semua ibadah kita di bulan suci ini, bahkan Allah berjanji akan memilih hambanya yang paling taqwa untuk dinaikkan derajatnya bagaikan beribadah selama 1000 bulan di malam lailatul qadar,subhanallah….

Mari di bulan yang suci ini kita berusaha meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT sehingga nanti di hari yang fitri Allah telah membersihkan segala dosa-dosa kita dimasa lalu dan mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, atau bahkan semoga Allah berkenan memilih kita menjad salah satu hambanya yang mendapat malam lailatul qadar,amin..

Tetapi tentu saja perbaikan amal ibadah kita, kadar ketaqwaan kita kepada Allah tidak hanya dilakukan pada bulan ramadhan saja, di bulan-bulan berikutnya kita harus tetap selalu memperbaiki ketaqwaan kita kepada Allah SWT sehingga kita akan selalu masuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Siapakah golongan orang-orang yang beruntung itu? yaitu orang-orang yang senantiasa beramal soleh dan beribadah kepada Allah, orang-orang yang dalam kehidupannya selalu meningkatkan amal soleh dan ketaqwaannya terhadap Allah SWT.