Tadi pagi pas buka di internet ngelihat di detik ada berita lagu tradisional daerah maluku dipakai untuk promosi pariwisata di Malaysia. Menurut informasi yang ada di detiknews liriknya diubah agar sesuai dengan bahasa melayu. permasalahannya sekarang adalah apakah lagi itu milik bangsa Indonesia atau bangsa Malaysia? saya sebagai orang yang awam akan sejarah tentu saja tidak tahu walaupun rasa nasionalisme saya mengatakan bahwa itu lagu punya Indonesia bukan punya Malaysia. Yach semoga pemerintah cepat tanggap akan masalah ini, soalnya ini sudah menjadi masalah sensitif yang menyangkut harga diri bangsa kita.

terlepas dari masalah lagu diatas sebenarnya saya juga pengen mengkritisi pemerintah kita soal HAKI dan masalah paten. Saya pernah dapat informasi dari istri saya bahwa dalam hal paten Indonesia masih sangat lemah. Coba kita lihat sekarang siapa yang mematenkan batik? yang notabene merupakan karya asli bangsa Indonesia ternyata sudah dipatenkan sama Malaysia, tempepun juga begitu yang punya hak paten adalah negara Jepang, dan masih banyak lagi. Tentu sangat menyedihkan bagaimana produk-produk asli kita ternyata sudah menjadi hak milik negara lain, yang imbasnya negara kita tidak bisa mengoptimalkan ekspor ke luar negeri karena permasalahan hak paten tersebut.

Memang kadang yang menjadi permasalahan utama dalam hal paten ini adalah kendala finansial, karena untuk mempatenkan sesuatu kita harus mengeluarkan biaya dan juga untuk maintenancenya, tentu hal ini menjadi sangat berat bagi kalangan-kalangan industri tradisional yang ada di negara kita kalau tidak ada bantuan dari pemerintah.

Yach…semoga dari berbagai peristiwa yang terjadi sekarang ini negara kita cepat tersadar untukmemperhatikan karya-karya anak negeri.