Sebentar lagi kita akan memperingati hari kemerdekaan kita, hari dimana dulu bangsa Indonesia terbebas dari belenggu penjajahan. Semua itu tidak lepas dari jasa para pahlawan kita, baik yang tertulis di sejarah ataupun yang tidak tertulis di sejarah.

Tetapi beberapa hari ini hati menjadi sangat sedih, dan lagi-lagi hanya bisa sedih, belum bisa berbuat apa-apa. Lihat saja berita di detik, seorang pejuang kemerdekaan telah diperlakukan tidak semestinya oleh pemerintah, sebut saja pak Ilyas Karim. Pak Ilyas Karim adalah segelintir sosok pejuang kemerdekaan yang nasibnya kurang diperhatikan oleh pemerintah, beliau hidup hanya di sebuah rumah reot dipinggir rel kereta api. Beliau bisa tinggal disitu karena pihak PTKA merasa berhutang budi kepada beliau atas jasanya mencegah pembakaran kereta api pada saat meletus perang di Bandung yang dikenal dengan Bandung lautan api. Tapi kenapa sekarang pemerintah bersikap begitu semena-mena dengan menggusur rumah tinggal beliau tanpa ada kejelasan dimana beliau akan tinggal ? padahal itu adalah rumah beliau satu-satunya, walaupun hanya pemberian PTKA. Begitukah wujud  penghargaan pemerintah terhadap pejuang yang telah merebut dan mempertahankan negeri ini? Tolong bapak-bapak negeri ini, kalau memang anda masih punya hati nurani perhatikan nasib para pejuang seperti pak Ilyas Karim…Anda ada di negeri ini, bisa menikmati kebebasan di negeri ini atas berkat jasa-jasa dari pejuang seperti pak Karim.

Untuk bapak-bapak yang duduk di pemerintahan negeri ini, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawan. Untuk pak karim dan semua pejuang yang bernasib sama dengan beliau, harap bersabar pak, mungkin bapak tidak memperoleh imbalan di dunia, tapi InsyaAllah amal jariyah bapak dibalas oleh Allah SWT di akherat kelak.