Bismillah…setelah sekian lama off dari blog ini akhirnya saya mulai lagi dengan menulis sedikit cerita tentang Zahra anak kami yang lucu dan menggemaskan🙂.

Alhamdulillah zahra sudah menginjak umur 3 tahun sekarang. Zahra sekarang sudah sekolah di dekat rumah kami, walaupun bukan sekolah unggulan tapi yang penting bagi kami zahra bisa dididik dengan baik (terutama di bidang agama dan kepribadian Islami) dan bisa bersosialisasi dengan teman-teman yang lain. Begitu banyak perubahan yang kami rasakan pada diri zahra semenjak dia sekolah, dari mulai kepribadiannya, kepandaiannya dan kecerdikannya. Hafalan-hafalannyapun semakin bertambah banyak dari mulai hafalan lagu anak-anak, surat-surat dalam al-Quran, sampai dengan lagu-lagu yang bersifat Islami.

Satu hal yang memang dari dulu kami rasakan menonjol pada diri zahra adalah kemampuan logikanya dalam menggabungkan kata-kata baru yang dia dapat. Kami sering dibuat tertawa atau bahkan terharu dengan celotehan-celotehan polos dari mulutnya.

Pernah di bulan-bulan kemarin, dikarenakan saya sering pergi tugas kantor zahra karena saking kangennya berceloteh kepada saya ketika saya telepon. Celotehannya kurang lebih seperti ini “Ayah…aku mau ke jakarta naik keretane ayah, aku mau ketemu ayah..” atau ketika melihat photo kami berdua (saya dengan zahra) dia akan berkata “Ayah kalau gini pinter (maksudnya kalau di dekat dia seperti di foto) tapi kalau ayah kerja terus ayah itu namanya nakal”. Celotehan-celotehan tadi membuat perasaan saya diantara ingin ketawa karena kepolosannya dan sedih dikarenakan anak saya waktu itu sedang kehilangan sosok ayahnya dikarenakan sering pergi jauh untuk tugas kantor.

Ada juga celotehannya yang membuat saya dan istri tertawa terpingkal-pingkal, tepatnya kemarin pas sore saya ajak jalan-jalan dengan istri. Zahra saat itu melihat teman sekolahnya sedang mau naik mobil. Zahra kemudian berceletuk kepada saya dan istri, “Yah, Bun (red: bunda) aku mbok dibeliin mobil, temen-temenku di sekolah dah pada punya mobil, cuma aku yang nggak punya mobil”, duengg..saya sama istri ketawa, tapi itu belum selesai, kemudian saya jawab “Khan d’ zahra dah punya motor..”, jawab zahra “Trus nanti kalau adikku minta mobil piye?” (memang dari dulu suka ngomong minta adik ke saya dan istri cuma memang Alloh belum memberi amanahnya ke kita, sedang dalam proses berusaha…), saya sama istri sampai nggak bisa berhenti ketawa gara-gara celotehan anak saya itu.

Selain diatas masih banyak sebenarnya celotehan-celotehan zahra, yang kami bisa dibuat tertawa atau bahkan terharu, tapi tidak bisa saya ceritakan semuanya.

Itulah sekelumit cerita saya tentang zahra, anak yang diamanahkan Alloh SWT kepada kami, yang kami sayangi dan akan kami jaga dan didik sebaik-baiknya, semoga Alloh SWT senantiasa memberi kami kekuatan untuk mendidik anak kami dengan bekal agama dan ilmu pengetahuan, serta semoga Alloh SWT senantiasa memberi kesehatan dan kepandaian kepada anak kami tercinta sehingga bisa menjadi anak yang sehat, pintar, dan bisa berguna bagi agama, keluarga dan masyarakat.