Semua orang perlu identitas, tanpa identitas seseorang hanya akan absurd di hadapan orang lain. Begitu juga seorang muslim, seorang muslim harus bisa menunjukkan identitasnya sebagai muslim, bukan untuk gaya-gayaan atau untuk kesombongan, tetapi identitas ini tujuannya lebih kearah bagaimana muslim mengejawantahkan konsep Islam kaffah yang Allah perintahkan kepada setiap hambanya yang beriman. Contoh ketika ada sebuah budaya yang berkembang di masyarakat dan budaya itu tidak sesuai dengan ajaran islam, maka seorang muslim harus berani mengatakan “Maaf saya muslim, dan saya tidak melakukan hal tersebut”.

Saat ini sudah banyak muslim yang tidak berani menunjukkan identitasnya atau bahkan kehilangan identitas. Banyak dari mereka tidak berani menunjukkan identitasnya hanya dikarenakan ewuh-pekewuh, toleransi, ataupun dikarenakan kedudukan atau jabatan, dan lain sebagainya. Bahkan anak muda sekarang banyak yang kehilangan identitasnya sebagai seorang muslim, mereka lebih mengenal budaya-budaya bergaya liberal dan konsumerisme daripada budaya-budaya Islam.

Mari kita jaga dan tumbuhkan identitas muslim ini di jiwa kita, Islam besar karena mereka berani menunjukkan identitasnya sebagai muslim, dan Islam juga mengalami kehancuran dikarenakan mereka meninggalkan identitas muslimnya. Dakwahkan terus bagaimana identitas seorang muslim, jangan takut dan jangan risih dengan stempel yang akan dilekatkan orang kepada kita ketika aktif dalam berdakwah. Allah tidak melihat stempel yang orang berikan ke kita, tetapi Allah melihat bagaimana ketaqwaan kita kepadaNya dan bagaimana kontribusi kita dalam menegakkan agamaNya.

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [QS. Al-Baqarah : 208]

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagi kalian.” (QS. Al-Maidah: 3)

Bersabda Rasulullah SAW “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 139)

Yogyakarta

Muhammad Amir Rosyidi